1. Digundul

Hampir semua pesantren ada tradisi gundul menggundul. Anak-anak yang digundul biasanya mereka yang melanggar peraturan pondok, seperti melanggar bahasa, keluar pondok tanpa izin dan lain sebagainya. Uniknya, orang yang digundul, adab dan karakternua bisa langsung berubah 100%. Yang sebelumnya jarang pakai peci ketika solat, setelah digundul selalu memakai peci serta datang tepat waktu karna tidak perlu menata rambutnya. Subhanaallah… Luar biasa kan? Soalnya saya pernah ngalamin 1 kali. Indah..Indaahh..

2. Serba Ngantri

Suasana di pesantren berbeda dengan di rumah. Tradisi ngantri mengantri sudah menjadi hal yang mainstream, bahkan sangking mainstream nya yang ngantri bukan lagi orangnya, tapi gayungnya atau sabunnya. Orangnya ke mana? Ngrumpi.

Kalau saya mengingat ini, kadang masih senyum-senyum sendiri, kadang dibela-belain bangun pagi sebelum subuh, eh ternyata masih ngantri juga. Nikmat.. Nikmat

3. Nitip Cucian

“Akh, nitip celana satu aja ya?” “Akh, nitip kaos satu” Kalimat itu menjadi hal yang menegangkan ketika kita sedang nyuci baju kemudian ada salah satu teman yang mendekati kita dengan gerak-gerik senyuman manis sambil membawa satu atau dua baju, lalu dalam hitungan 1-5 kali pasti akan keluar kalimat di atas.

Lucu juga ya? Kalau saya sering jadi pelakunya daripada korbannya. Op, jadi ketahuan malesan deh..

4. Belajar Sambil Tidur

Meskipun perbuatan ini sangat tidak layak, hampir semua santri di pesantren pasti pernah tidur saat pelajaran. Wallahua’lam sebabnya apa, sampai saat ini sedang kami telusuri penyebabnya, tapi belum ketemu #eh.

Tapi, tidak setiap pelajaran tidur ya, bisa jadi satu bulan kadang cuma satu kali, yang jelas, tidur di kelas tidak sebanding dengan banyaknya ilmu yang kita dapat. Jadi, jangan anggapan di pesantren hanya tidur.

Kadang-kadang santri yang suka tidur atau sering tidur, dia mendapat gelar dari teman-temannya, gelarnya adalah Abu Naum (Ayahnya Tidur). Indah bukan?

5. Garuk-Garuk

Garuk-garuk disebabkan adanya gatal di tubuh kita, biasanya, wabah ini mulai aktif di malam hari sebelum tidur. Rasanya, nano-nano, enak saat digaruk tapi panas setelahnya. Dalam hal ini, saya sedikit terhibur dengan perkataan ustadz ana dulu, “Jika belum merasakan garuk-garuk, dia bukan anak pondok”, itu benar gak sih?

Meskipun kebanyakan pesantren santrinya pada garuk-garuk anu, tapi saya tidak yakin jika semua santri pernah gatal-gatal saat di pesantren. Apalagi zaman semakin berkembang, Insyaallah kebersihan semakin terjaga. Yang jelas, kenangan ini akan abadi.

6. Gosop

Bagi ana, kebiasaan ini termasuk unik, jadi bukan aib. Karena menurut kamus BPI (Bahasa Pesantren Indonesia), gosop adalah, meminjam suatu barang tanpa seizin pemiliknya, dan pemiliknya harus ridho. Wah, gimana tu? pinjam tanpa izin tapi pemiliknya harus ikhlas?
Kalau di luar mungkin ini sudah menjadi kejahatan yang nyata, tapi bagi kami (anak pesantren), gosop itu sudah menjadi hal yang wajar dan dimaklumi. Biasanya barang yang digosop itu sandal, jika sandal kita digosop maka kita harus mencari gosopan, #eh, bukan itu maksudnya, tapi jika sandal kita digosop maka kita harus ikhlas jalan kaki Bi Sikil tanpa alas. Tenang, sandalnya gak hilang ko, paling cuma pindah tempat.

7. Tidur Sambil Berdiri

Sudah dihukum berdiri biar tidak tidur saat di halaqoh, tapi dia masih bisa tidur sambil berdiri. #yang_kaya_gitu_juga_ada

8. Tidur di Kamar Mandi

Masih bab tidur, dalam kasus ini, mungkin orang tersebut sangking ngantuknya, tidurnya belum puas tapi ketika adzan subuh dia dibangunin sama ustadznya atau musrifnya, kemudian ia lanjutkan di alam kamar mandi, sampai dia lupa jika yang ngantri banyak. Ya, kita maklumi, namanya juga tidak sadar.

9. Kehilangan Celana Dalam

Afwan, bahasanya kurang bagus, makannya saya coret. Tidak diragukan lagi, kasus ini sering dialami oleh teman-teman di pesantren. Hilang bukan berarti dicuri, tapi karna terbang, atau kebawa sama teman. Uniknya lagi, saat diumumkan di asrama, tidak ada yang mau mengaku, padahal saya yakin orangnya ada di situ. Ah, luar biasa.

10. Minta Shampo dan Detergent

Hayo, siapa yang sering kaya gini? sudah tanggal tua, kiriman belum saja datang, shampo dan detergent sudah menipis, maka tidak ada jalan lain, selain minjam uang atau minta datargen.

11. Jemuran Jatuh Diinjek-Injek

Ini juga unik dan menjadi kenangan terindah, di mana kita menjemur di sana kita menemukan jemurannya sudah ada di bawah dalam keadaan penuh tanda tangan kaki dan sandal, dan di situ kita harus sabar.

12. Balapan Saat Makan

Siapa cepat dia kenyang, siapa lambat dia memberikan peluang besar pada teman sampingnya. Masa?

13. Sandal Gunung Jadi Favorit

Tanggal muda, dapat kiriman, langsung ngajak teman keluar pondok nyari distro Iger, Aray (Saya sengaja salah tulis, biar tidak iklan). Celana gunung, sandal gunung, tas gunung, sepatu gunung, sampai beli tali sepatu gunung. Kira-kira yang dipake supermen gunung juga bukan ya? Wallahua’lam.

14. Makan Kepalanya Masuk Lemari

Yang ini, no coment, tapi ada juga. Eh, bukan saya ya?!

15. Bikin Kaligrafi dan Grafiti

Wah, ini buat santri-santri yang punya sikil, eh skills. Jago menulis, membuat grafiti sampai kaligrafi, saya seneng juga melihat karya-karya mereka.

16. Buat Santri Baru, 3 Pekan Sebelum Liburan Sudah Siap-Siap

Hayo, ngaku saja, dulu Antum begitu kan? Tu kan senyum-senyum sendiri.

17. Jalan Jadi Miliknya

Membahas ini, ana jadi kangen masa-masa di mana kita jalan bareng sama teman-teman di pondok. Saat keluar pondok mau makan nasi atau mie ayam, di jalan kita sambil ngrumpiin ilmu atau PR, sampai-sampai lupa daratan. Satu jalan penuh, kaya mau aksi 411 sama 212 aja.

18. Nunggu Kiriman Sampai Kebawa Ngimpi

Di sela sepertiga malamku saya berdoa, “Ya, Allah, kabulkanlah doa hamba yang lemah ini, engkau Yang Maha Kaya dan Pemberi Rezeki. datangkan lah paket ayahku sebelum uangku habis” Amiiin.

19. Tidak Ada Gayung, Gelas pun Jadi. Tidak Ada Wadah, Ember pun Jadi

Kebiasaan-kebiasaan unik di pondok yang terakhir saya tulis adalah ini. Habis olahraga atau apa lah, kita ingin membuat yang segar-segar sama teman-teman, tapi terkendala tempat. Maka kami tidak putus asa begitu saja, karna di sana masih ada pertolongan Allah. Akhirnya, ide kreatif muncul begitu saja atas izinNya. Barakallah fiik.

Leave a Comment