pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis keagamaan, yang dipercaya kebanyakan masyarakat dapat mencetak generasi intelektual yang islami dan berakhlakul karimah, siap terjun dalam masyarakat dimana saja dan kapan saja, dan bisa cepat beradaptasi dalam lingkungan dan situasi apapun. Dengan adanya tuntutan modernisasi, menjadikan banyak pondok pesantren terus-menerus melakukan reformasi dalam berbagai hal pola pembelajaran untuk para santrinya. Mereka berbondong-bondong menerapkan pola pengajaran yang mengadopsi kurikulum pendidikan nasional dengan mengajarkan materi-materi keilmuan non keagamaan dan dikolaborasi dengan ilmu-ilmu keagamaan.

Untuk menunjang semua itu, keberadaan perpustakaan sangat mutlak dibutuhkan sebagai referensi dan rujukan bagi para pelajarnya. Bahkan, lebih dari itu, perpustakaan juga diharapkan menjadi pusat informasi (provider information) dan sarana pendidikan alternatif atau sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi para santri, assatidz/ah dan masyarakat sekitarnya. Supaya ketika terjun ke dunia masyarakat luas para santri tidak hanya memahami masalah-masalah keagamaan belaka, para santri dapat menjawab semua problem yang terjadi dalam masyarakat.
Konsep kuno yang menganggap bahwa perpustakaan sebagai gudang buku (store house period), yang hanya bertugas mengumpulkan, merawat dan menyediakan buku harus segera di tinggalkan. Karena kita harus mengikuti irama perkembangan ilmu pengetahuan. Langkah sejarah telah membawa perpustakaan memasuki zaman “Educational and Research Function” dengan faham baru yang mengangkat perpustakaan pada kedudukan yang terhormat, yaitu sebagai “Pusat Kegiatan Pendidikan dan Aktifitas Ilmiah “.